Postingan

Mu(t)heNote: Anak Kos

Kadang gue binggung. Emh... Bukan kadang, tapi sering bingung. Kenapa duit saya abis terus yah. Baca-baca artikel di google. Tips-tipsnya udah saya lakuin deh. Semua pengeluaran saya catat semua. Malahan dari SMA saya udah hobi nyatat pengeluaran saya. Mesikipun cuma seribu-duaribu. Sekarang pengeluaran jadi mahasiswa nggak seribu-duaribu lagi. Udah seratus ribu-dua ratus ribu malah. Saya jadi puyeng. Duit seratus ribu yang kala saya masih SD tu duit gede banget. Nah sekarang murah amat ngabisin tu duit. Suka belanja? Saya suka. Tapi saya tipe oranf yang kalo belaja pake mikir dulu. Terus saya segan aja kalo beli baju pake jatah uang bualan yang dikasih mama saya. Takut nanti cepat abis. Terus minta lagi, kasian sama mama saya. Toh, anaknya bukan saya doank. Masih ada 2 adek saya lagi. Kalo beli baju, sepatu, dll saya sukanya beli pake duit hasil kerja sendiri. Hasil jualan, ngajar private, dll. Pokonya nggak pake uang bulanan yang dikirim mama saya. Rasaya bersalah aja gitu. Tapi k...

Mu(t)heNote: Flat

Iya rasanya datar aja gitu. Hambar. Kenapa saya nggak bisa nulis cerita lagi. Mungkin karena suasana dan kondisinya udah berbeda kali. Kadang rindu aja nulis-nulis cerita, cerpen, cerbung.  Yah meski cuma amatiran. Sekarang rasanya saya kurang inspirasi. Dan butuh seseorang yang bisa menginspirasi dan menjadi sumber inspirasi saya. Salut, iya salut aja sama orang yang konsisten menulis selama bertahun-tahun. Nggak kayak saya yang setengah hati. Nunggu inspirasi? Kapan datangnya kalau nggak di paksa. Saya pengen buat cerbung lagi nih. Tapi nggak tau dan nggak ada ide. Kamu yang bakal jadi sumber inspirasi saya, cepatlah datang... -, -

Catatan Skripsi: 1

~Satu Kini aku mulai berjuang tetang sesuatu yang belum pernah aku perjuangkan sebelumnya. Kini aku telah duapuluh satu sebentar lagi akan menjadi duapuluh dua. Layaknya saat aku masih di bangku Sekolah dasar dulu. Saat aku duduk di kelas 1 maka saat akan naik ke kelas 2 aku merasa cemas. Takut. Karena pasti pelajarannya akan lebih susah tidak hanya sekedar belajar menulis alfabet saja. Yah hanya menulis huruf A saja dalam satu halaman kertas, lalu beranjak ke huruf berikutnya. Pastinya tak sesederhana menulis angka satu sampai sepuluh dalam kertas kotak-kotak. Yah kelas dua pasti akan lebih sulit. Terlebih lagi saat bagi rapor ada anak kelas dua yang mengatakan padaku “Tiara kelas dua itu susah”. Tahun berlalu ternyata aku telah berhasil duduk di kelas enam. Melewati semua perkataan susah, sulit,atau menyeramkan lainnya seperti “Tiara wali kelas kelas 5 itu menyeramkan”   dan ternyata semua berjalan baik-baik saja. Selesai Ujian Nasional lalu masuk ke Madrasah Tsanawiy...

~Hai Clop...!

Hai Clop, malam ini kembali ku ingat rencana 'besar' kita. Rencana besar yang sering kita khayalkan saat tengah bersama. Rencana besar yang telah kita buat sejak usia belasan tahun Kini bukan belasan lagi tapi telah puluhan hitungannya. Hai Clop, Mari bersama kita lakukan rencana itu. Bersama...!

Mu(t)heNote: Apa kabar?

Apa kabar hati? Semoga selalu bersih. Apa kabar iman? Semoga bertambah naik Apa kabar cinta? Semoga selalu cinta padaNya. Semakin cinta dan cinta. Apa kabar cinta? Mari kita bahas tentang yang satu ini teman. Bagaimana kabar cintamu? Apakah kau mulai terserang virus merah jambu itu? VMJ... Aku pernah membaca cover buku. Yah hanya covernya saya. Judulnya Allah Mengujimu dengan Cinta. Nyatanya cinta itu memang ada dan telah ada. Tapi tergantung pada siapa objeknya. Benarkah objek cintamu itu? Cinta kepada pasanganmu, pada lawan jenis. Apakah itu cinta? Entahlah tapi menurutku tidak begitu teman. Devinisi cinta setiap orang pasti berbeda-beda. Tapi, apakah devinisi cintamu bisa berpacaran dengan kekasihmu saat ini. Kalau begitu, mungkin penafsiran itu terlalu dangkal. Boleh aku bertanya? Karna banyak pertanyaan yang aku simpan. Kenapa kau mau saya berfoto sambil dirangkul kelaki yang katanya pacarmu itu? Kenapa kau mau saja di pegangnya? Kenapa kau terlalu patuh padanya? Apakah itu ...

Mu(t)heNote: Aku beberapa tahun lagi

Emhh... Untuk kali ini mari kita berbicara 'sedikit' dewasa. Menepis sementara sifat kekanak-kanakan. Bersifat seperti anak kecil bukan selalu kekanak-kanakan bukan? Sebenarnya sisi dewasa itu saya simpan. Jauh di hati. Ada kalanya saya malas mengeluarkannya, entahlah saya lebih suka seperti ini. Terkadang tidak seperti seorang yang telah berusia 21 tahun. Dan kali ini akan saya keluarkan sisi yang katanya sedikit dewasa itu. Sekarang saya telah berusia 21, tahun ini jika di izinkan allah akan beranjak ke 22. Begitu cepat rasanya. Ditahun berikutnya maka saya akan PL di SMA dan mulai membiasakan diri untuk di panggil ibu. Jika Allah mengizinkan saya akan tamat di bulan maret 2016 kelak. Lalu saya akan menjadi sarjana. Mutiara Kurniati, S.pd. Begitulah konon gelarnya. Lalu apa yang akan saya lakukan setelahnya? Setelahnya maka saya akan ikut SM3T menjadi pendidik di daerah terpencil atau pun mengikuti program PPG. Sampai sekarang belum terlintas di pikiran ini untuk melanjutkan...

Pembaharuan Hati

Saat ku tahu.. Hati itu bersekat-sekat. Maka sudahkan sekat itu kuisi untuk tuhanku? Rasanya belum, maka merenunglah. Tentang hari-hari yang kulalui duapuluh satu tahun di dunia ini. Aku tahu dunia itu fana... Tapi terkadang aku menyepelehkannya. Menganggap waktuku di dunia ini akan lama dan panjang. Terlalu percaya diri bukan? Kini.... Saat ku tahu akan makna sementara yang seutuhnya. Memang  hanya sementara dan tak bisa di tawar-tawar lagi. Saat ku tahu, usia Rasul saja hanya 63 tahun. Bagaimana denganku? Tentulah tak kan jauh berbeda dari usia rasulku, atau mungkin bisa kurang dari itu. Saat ku tahu, 70.000 lamanya aku akan menyendiri di alam kubur. Di alam barzah yang kelam. Sepi dan hanya bertemankan amal. Saat ku tahu,, 7000 tahun lamanya aku akan menanti di padang masyar. Dan, saatku tahu usiaku di dunia tak kan sampai 70 tahun. 70.000:7000:70 tentulah perbandingannya amat jauh. Untuk bersenang-senang 70 tahun di dunia maka abaikan akhirat yang selama-lamanya. Tia...