Postingan

Catatan Skripsi: 1

~Satu Kini aku mulai berjuang tetang sesuatu yang belum pernah aku perjuangkan sebelumnya. Kini aku telah duapuluh satu sebentar lagi akan menjadi duapuluh dua. Layaknya saat aku masih di bangku Sekolah dasar dulu. Saat aku duduk di kelas 1 maka saat akan naik ke kelas 2 aku merasa cemas. Takut. Karena pasti pelajarannya akan lebih susah tidak hanya sekedar belajar menulis alfabet saja. Yah hanya menulis huruf A saja dalam satu halaman kertas, lalu beranjak ke huruf berikutnya. Pastinya tak sesederhana menulis angka satu sampai sepuluh dalam kertas kotak-kotak. Yah kelas dua pasti akan lebih sulit. Terlebih lagi saat bagi rapor ada anak kelas dua yang mengatakan padaku “Tiara kelas dua itu susah”. Tahun berlalu ternyata aku telah berhasil duduk di kelas enam. Melewati semua perkataan susah, sulit,atau menyeramkan lainnya seperti “Tiara wali kelas kelas 5 itu menyeramkan”   dan ternyata semua berjalan baik-baik saja. Selesai Ujian Nasional lalu masuk ke Madrasah Tsanawiy...

~Hai Clop...!

Hai Clop, malam ini kembali ku ingat rencana 'besar' kita. Rencana besar yang sering kita khayalkan saat tengah bersama. Rencana besar yang telah kita buat sejak usia belasan tahun Kini bukan belasan lagi tapi telah puluhan hitungannya. Hai Clop, Mari bersama kita lakukan rencana itu. Bersama...!

Mu(t)heNote: Apa kabar?

Apa kabar hati? Semoga selalu bersih. Apa kabar iman? Semoga bertambah naik Apa kabar cinta? Semoga selalu cinta padaNya. Semakin cinta dan cinta. Apa kabar cinta? Mari kita bahas tentang yang satu ini teman. Bagaimana kabar cintamu? Apakah kau mulai terserang virus merah jambu itu? VMJ... Aku pernah membaca cover buku. Yah hanya covernya saya. Judulnya Allah Mengujimu dengan Cinta. Nyatanya cinta itu memang ada dan telah ada. Tapi tergantung pada siapa objeknya. Benarkah objek cintamu itu? Cinta kepada pasanganmu, pada lawan jenis. Apakah itu cinta? Entahlah tapi menurutku tidak begitu teman. Devinisi cinta setiap orang pasti berbeda-beda. Tapi, apakah devinisi cintamu bisa berpacaran dengan kekasihmu saat ini. Kalau begitu, mungkin penafsiran itu terlalu dangkal. Boleh aku bertanya? Karna banyak pertanyaan yang aku simpan. Kenapa kau mau saya berfoto sambil dirangkul kelaki yang katanya pacarmu itu? Kenapa kau mau saja di pegangnya? Kenapa kau terlalu patuh padanya? Apakah itu ...

Mu(t)heNote: Aku beberapa tahun lagi

Emhh... Untuk kali ini mari kita berbicara 'sedikit' dewasa. Menepis sementara sifat kekanak-kanakan. Bersifat seperti anak kecil bukan selalu kekanak-kanakan bukan? Sebenarnya sisi dewasa itu saya simpan. Jauh di hati. Ada kalanya saya malas mengeluarkannya, entahlah saya lebih suka seperti ini. Terkadang tidak seperti seorang yang telah berusia 21 tahun. Dan kali ini akan saya keluarkan sisi yang katanya sedikit dewasa itu. Sekarang saya telah berusia 21, tahun ini jika di izinkan allah akan beranjak ke 22. Begitu cepat rasanya. Ditahun berikutnya maka saya akan PL di SMA dan mulai membiasakan diri untuk di panggil ibu. Jika Allah mengizinkan saya akan tamat di bulan maret 2016 kelak. Lalu saya akan menjadi sarjana. Mutiara Kurniati, S.pd. Begitulah konon gelarnya. Lalu apa yang akan saya lakukan setelahnya? Setelahnya maka saya akan ikut SM3T menjadi pendidik di daerah terpencil atau pun mengikuti program PPG. Sampai sekarang belum terlintas di pikiran ini untuk melanjutkan...

Pembaharuan Hati

Saat ku tahu.. Hati itu bersekat-sekat. Maka sudahkan sekat itu kuisi untuk tuhanku? Rasanya belum, maka merenunglah. Tentang hari-hari yang kulalui duapuluh satu tahun di dunia ini. Aku tahu dunia itu fana... Tapi terkadang aku menyepelehkannya. Menganggap waktuku di dunia ini akan lama dan panjang. Terlalu percaya diri bukan? Kini.... Saat ku tahu akan makna sementara yang seutuhnya. Memang  hanya sementara dan tak bisa di tawar-tawar lagi. Saat ku tahu, usia Rasul saja hanya 63 tahun. Bagaimana denganku? Tentulah tak kan jauh berbeda dari usia rasulku, atau mungkin bisa kurang dari itu. Saat ku tahu, 70.000 lamanya aku akan menyendiri di alam kubur. Di alam barzah yang kelam. Sepi dan hanya bertemankan amal. Saat ku tahu,, 7000 tahun lamanya aku akan menanti di padang masyar. Dan, saatku tahu usiaku di dunia tak kan sampai 70 tahun. 70.000:7000:70 tentulah perbandingannya amat jauh. Untuk bersenang-senang 70 tahun di dunia maka abaikan akhirat yang selama-lamanya. Tia...

Mu(t)heNote: Dua Puluhan

Banyak yang ingin kuceritakan, tapi masih enggan menuliskannya. banyak yg ingin di raih di 2015. Tau caranya, tapi berat melangkah. Hanya sekedar tau? Itu belum cukup. Layaknya kau lihai dalam not balok tapi not itu tak pernah kau coba dengan alat musiknya. Duapuluhku... Bukan nol lagi satuannya. Dan aku tetap begini saja. Adikku bertambah besar, aku masih begini saya. Temanku tumbuh menjadi gadis dewasa nan cantik. Aku tetap begini saja. Duapuluhku... Dulu pernah aku iseng bertanya kepada seorang penulis yang kukenal di jejaring sosial. "Salam kenal Om, sejak usia berapa Om punya novel sendiri? " tanyaku waktu itu. Lalu beliau menjawab, di usia 20 beliau telah menerbitkan novel pertamanya. Sejak saat itu pula aku bertekad di usia 20 ku kelak maka akan kuterbitkan novel pertamaku. Itu niatku -dulu- Tahun pun berganti kawan. Usia 20 itu telah terlewati. Seakan niat yang kutanam di saat usiaku masih belasan tahun itu pun terlupakan. Tahun pun terus berganti kawan. Us...

Lirik lagu You and I plus Translate irfan makki

You & I Kau dan aku We are the same Kita sama saja We win and lose in the game of life Kita menang dan kalah dalam permainan hidup You & I Kau dan aku We seek the truth Kita mencari kebenaran Looking for the signs in the universe Dengan mencari pertanda di alam raya PRE-CHORUS In this journey Di dalam perjalanan ini We are companions Kita adalah kawan strugglings through life towards our way Yang berjuang dalam hidup tuk temukan jalan kita CHOURS Why should a mother cry Mengapa seorang ibu harus menangis Why should a wife see her husband die Mengapa seorang istri harus melihat suaminya mati Oooh tell me why do we have to fight Oooh katakan padaku mengapa kita harus berkelahi Why don't we try Mengapa tak kita coba Just you and I Hanya kau dan aku Ooh why don't we try Ooh mengapa tak kita coba You & I Kau dan aku We love our land Kita cinta negara kita Protect our home against any harm Menjaga rumah kita dari bahaya You & I K...