Postingan

Mu(t)heNote: Pemimpi Luar Bidahsyat

oleh Mutiara Kurniati ( Catatan ) pada 5 Agustus 2012 pukul 19:41 Jika orang bilang ucapan itu doa. Maka menurutku tulisan itu juga adalah doa. Sekarang saatnya kita bermimpi :D "Bisa jadi kenyataan hari ini adalah mimpi kita dimasa lalu, dan kenyataan hari esok adalah impian kita di hari ini" ( Hasan Al Banna ) Benar, aku yang sekarang adalah mimpiku di masa lalu. Jika kau tanya apa mimpiku di masa datang. Berarti kau harus sabar mendengarkan ocehanku hingga mimpi-mimpi itu selesai ku utarakan. Kau tau? Aku telah menuliskan 134 mimpiku. Dan alhamdulilah 30 telah berhasil kuraih. Yah, meski yang terwujud belum memcapai setengahnya. Tapi aku bahagia. Meski kebanyakan yang terwujud bukanlah mimpi-mimpi yang besar. "Masa depan adalah milik mereka yang percaya pada kekuatan dan keindahan impian-impiannya" (Eleanor Roosevelt) Tidak hanya memimpikannya. Tapi aku akan selalu percaya semua itu akan kuraih. Lambat namun pasti. Karena bermimpi itu sungguh ...

Mu(t)heNote: Yang ini Copas Buku SNMPTN

oleh Mutiara Kurniati ( Catatan ) pada 31 Juli 2012 pukul 15:43 Bila Anda Pikir Anda Bisa, Anda Pasti Bisa Anda bisa sukses, meski sekarang Anda belum apa-apa. Bila Anda pikir Anda bisa, Anda pasti bisa. Bukan bakat Anda, bukan kelahiran Anda, bukan simpanan Anda di bank yan menentukan harga diri Anda, tapi sikap Anda. Bila Anda pikir Anda bisa, Anda pasti bisa. Tidak peduli apakah Anda pernah sukses sebelumnya. Tak ada artinya sukses setengah-setengah. Capailah tujuan akhir Anda. Jadi, cobalah lagi dan coba lagi. Sampai Anda berhasil. Bila Anda pikir Anda bisa, Anda pasti bisa. Pegang teguh impian Anda. Yakinkanlah hati Anda. Bulatkan tekat sekeras baja. Anda pasti bisa meraihnya. Bila Anda pikir Anda bisa, Anda pasti bisa. Percayalah pada Tuhan, itu berarti Anda telah setengah berhasil. Percayalah pada diri sendiri, itu berarti Anda telah duapertiga berhasil. Bila Anda pikir bisa, Anda pasti bisa. *** Hasil kibas-kibas buku SNMPTN. ^^...

The Clop Cyrcle: Lingkaran itupun sempurna

oleh Mutiara Kurniati ( Catatan ) pada 23 Juli 2012 pukul 8:19 Lingkaran itu sekarang telah sempurna. Tidak lagi berbentuk sabit. Tapi telah berubah menjadi purnama. Purnama yang sempurna Assalamualaikum, Yah, saya datang lagi dengan notd berlebelkan The Clop Cyrcle. Setelah sekian lama vakum (?) hari ini saya bahagia. Iya, karena lingkaran sudah sempurna. *sengol Ranti* #cuil Ayu# mereka berdualah yang telah menyempurnakan lingkaran itu. :) akhirnya the clop dkk bakal jadi mahasiswa juga ya. Seperti kata Rahma, pastinya kapasitas (?) pertemuan kita bakal berkurang. (-,-) tapi saya harap lingkaran akan tetap lingkaran. Bundarnya akan selalu menyatu. 5 tahun ke depan kita bakal jadi apa ya? Rahma, Ntar gue minta ajarin baca huruf braile ^^ Kur, Ntar ajakin gue ke jepang ya buat penelitian :) Ranti, wah lo bakal jadi sastrawati yang keren. Pastinya lo bakal mateng banget seputar tulisan yang baik dan benar. :D Ayu beda sama Ranti. K...

Mu(t)heNote: Cuplik-cuplik

oleh Mutiara Kurniati ( Catatan ) pada 22 Juli 2012 pukul 11:56 "Kenapa kamu tidak menangis?" tanyanya dengan nada tinggi padaku . Ku pandang teman-teman di sekelilingku. Benar, hanya beberapa orang saja yang mampu bertahan. Kuangkat kepalaku yang tadinya tertunduk. Kutatap matanya. "Tak ada alasan untukku menagis. Karena apa yang kurasakan hari ini belum sebanding dengan nikmat -nikmat yang telah Allah berikan padaku. Jadi aku tak akan menangis!" jawabku mantap. *** "Tidak ibu, bukan maksudku begitu. Hanya..." aku menggantungkan kalimatku. "Hanya apa Nak? Meski ia adalah ayah tirimu. Tapi dia tetaplah ayahmu" kata ibu. Kulihat raut kecewa di wajahnya. "Karena kurasa sejak ia pergi, uang hasil jualan gorengan itu tak habis begitu saja. Dan kuharap ibu tidak usah mencarinya" jawabku. Lalu akupun pergi meninggalkan ibu yang tengah menatapku. Raut kecewa itupun bertambah. Apakah aku salah? Haruskah aku menyukai pria y...

Mu(t)heNote: Sosis

oleh Mutiara Kurniati ( Catatan ) pada 21 Juli 2012 pukul 22:32 Dari buka tadi saya kepengen banget beli sosis yang di jual di pinggir-pinggir jalan masjid. Iya yang ditusuk-tusuk pake lidi harga 1000. Jajanan anak SD sih. Tapi saya suka. Berhubung saya nggak terawih di masjid, tapi di surau. Jadi keinginan beli sosis di undur. Rencananya mau nungguin adek saya pulang dari masjid. Terus minta anterin deh beli sosis. Soalnya rumah saya itu agak jau dari masjid. Saya udah pulang tarawih secara suraunya di deket rumah saya. Wah, saya denger tu bunyi motor. Langsung saya buka pintu. "Dek, beli sosis yuk di dekat masjid" kata saya semangat. "Nggak ah! Malas! Ni buka pintu belakang" jawab dia pake nolak pake merintah! Pengen banget saya pites tu kepalanya. Dia udah ngelakson, ngelakson minta bukain pintu. Saya diam aja. Malas bukain dia pintu. Akhirnya saya aja adek saya yang kecil buat beli sosis jalan kaki. Malang nasib saya, nggak bisa pake motor. -,- ...

Mu(t)heNote: Ternyata Semua itu Benar

oleh Mutiara Kurniati ( Catatan ) pada 18 Juli 2012 pukul 6:40 Dari adzan subuh tadi sampai sekarang jam 05:41 sesudah solat subuh. Nih wisma heboh. Heboh prihal malam tadi. *** malam tadi seperti biasa saya tidur sama Rahma di kamarnya uni saya. Karena banyak penghuni wisma yang pulang kampung, jadi uni saya ngungsi ke kamar yang kosong. Kemarin penghuni wisma cuma Saya, Rahma, uni saya, sama teman saya yang besicknya juga mahasiswa baru dari Medan yang tidur di kamar bagian depan. Terus ada 2 kakak lagi yang tidur di kamar bagian belakang. Jadi total 6 orang. Malam-malam, saya bangun karena denger teman saya yang dari Medan itu teriak di kamarnya. "Kakak! Gelap!" gitu katanya dari dalam kamar. Waktu saya bangun. Ternyata mati lampu. "Ya udah tidur sama kakak aja!" jawab uni saya. Waktu itu saya masih ada di antara 2 dunia. Sadar sama ngga sadar (?) "Tiara!Tiara! Kunci pintu kamarnya" kata teman saya yang dari Medan itu sambil guncang-gu...

Mu(t)heNote: Dunia itu Sempit

oleh Mutiara Kurniati ( Catatan ) pada 17 Juli 2012 pukul 9:32 Assalamualaikum. . . Pagi ini saya ceritanya gantian profesi sama Rahma. Kemarin dia yang nemenin saya. Sekarang saya yang nemenin dia. Skor 1 sama dong :D subuh-subuh seperti biasa Rahma bangunin saya. Meleknya susah. Muazinnya udah adzan saya masih aja tidur-tiduran. "asolatu khoiruminanaum" baru deh saya bangun. . . Udah itu saya langsung ngsih Rahma petua(?) agar langsung mandi. Secara urusan hari ini pastinya bakal lebih ribet dari yang saya kemarin. Terus saya ke warung buat beli sarimi isi dua. Yap, selain harganya murah porsinya juga jumbo*eh karena kesubuhan warung masih tutup semua. Saya terus aja menyusuri(?) jalan kenangan. ==, akhirnya ada juga warungnya yang udah buka. Noh, di paling pojok. Si Rahma udah keren dengan kostumnya. Karena dia udah keren lalu saya petuain lagi biar dia yang masak itu sarimi Ayu Ting-Ting. Haha kostum saya juga udah keren dong ya. Yap, saatnya makan....