Postingan

GURUKU (BUKAN) GURU BIASA

                Jika aku ditanya tentang pengalaman manis bersama guru. Tentu aku akan binggung pengalaman mana yang harus kuceritakan lebih dahulu. Tiga tahun duduk di bangku Sekolah Menengah Atas rasanya terlalu sebentar karena aku selalu bersama guru-guru yang amat menyenangkan tentunya. Panggil aku Ara, aku siswi di SMAN 12 Sijunjung Sumatera Barat. Sekolahku hanya sekolah yang amat sederhana. Tapi tidak untukku karena aku memiliki guru-guru yang luar biasa.                 Aku adalah angkatan ke dua di sekolahku. Bisa kalian bayangkan bagaimana kondisi sekolah yang baru berdiri dua tahun. Semua serba kekurangan. Baik fasilitas sekolah maupun tenaga pengajarnya. Karena kurangnya tenaga pengajar maka pemerintah menempatkan guru-guru yang baru lulus tes CPNS ke sekolahku. Otomatis guru-guru yang mengajar disekolahku adalah guru...

Muak Dengan Hari ini

hari sunggah amat menyebalkan. semuanya menyebalkan. toko yang tak konsisten. menipu pelanggan dengan janji palsunya untuk menyelesaikan pesanan. rasanya ingin ku terkam orang itu. menyebalkan dengan mading kamppul yang selalu membuat pengumuman yang membuat harapan palsu. sudah berapa kali aku dijadikan sasaran karena mading yang infonya tak akurat. kecewa. menyebalkan prihal absensi Fidasku. menyebalkan dengan teman satu kelas yang omong kosong semua. menyebalkan dengan kau yang telah membuatku bertambah kesal. dri pagi kau telah membuatku bad mood. dengan perkataanmu yang sungguh tak pntas itu. kau seolah. ahh!!! kau yang selalu membantah perkataanku. dan kau itu egois. kau ingin dibantu. setelah di bantu kau menyusahkan lagi. emangnya kau itu mau apa ah??? kau itu seolah mengwasi apa yang kulakukan. seolah tak mau tertinggal sedikit pun. kau itu sepertinya tak mau aku di depanmu. tapi akulah yanh di belakangmu. kau itu, ,, ahhh!!!! sama saja dengan yang lain. menyebalkan...

Surat Cinta untuk Ibu

            Ibu izinkan aku menuliskan sepucuk surat cinta untukmu. Surat tanda aku mencintaimu. Mencintaimu lebih dari diriku. Meski ku tahu tak ada kata indah yang bisa menandingi lantunan doa-doamu untukku. Tapi izinkanlah aku menorehkan sepenggal kisah-kisahku bersamamu.             ibu ternyata aku sudah besar ya bu. Lihatlah aku sekarang yang telah bisa hidup mandiri tanpa ada ibu disisiku setiap harinya. Meski sekarang aku tak bisa melihat ibu setiap hari, meski aku tak bisa bercerita langsung bertatap muka dengan ibu tentang aktifitasku setiap harinya, meski aku tak bisa mendengar dentingan sendok di pagi hari saat ibu membuatkan minuman untuk ayah.             Ibu, kuakuai aku bukanlah anak yang bisa mengutarakan rasa sayangku kepada ibu. Aku tidak seperti mereka yang bisa secara langsung mengatakan kepada ...

Ngeblog lagi........

Udah lama saya nggak ngeblog sekarang saya lagi di warnet di depam gedung MKU. ceritanya saya sedang stanbay sampe jam 13.20. iya biasanyakan saya selalu lari-lari pergi ke MKU gedungnya jauh. wah saya kangen rumah. kangen semuanya. saya udah seminggu lebih bverubah status jadi mahasiswa. tapi enakan SMA pastiny. saya nggak bisa ngeblog panjang-panjang. karena sebentar lagi zuhur. saya mau solat dulu.

Penikmat Sepi

    Aku mengeliat kecil tak tahan dengan hawa dingin yang menyelimuti kamarku. Dingin pagi ini sangat menusuk seolah akan membuat beku sarafku. Malas rasanya aku beranjak dari perbaringanku, apalagi melepas selimut yang sedang menutupi tubuhku. Aku yakin sekarang aku terlihat seperti kepompong. Berlahan sinar kuning mulai memasuki kamarku. Ia menyusup melalui setiap celah yang ada di kamarku. Aku tahu aku harus bangun sekarang. Takut-takut aku memasuki pintu kamar mandi, kucelupkan jari telunjuk kananku ke dalam bak mandi. Rasanya telunjuk malang itu seperti akan beku. Ingin rasanya saat ini aku mati rasa saat air mulai membasahi lapisan kulitku.             Langsung kukenakan baju seragam dan tak lupa kurekatkan ID Card di saku kiri baju itu. Kini aku mulai melangkah menuju sekolah. Saatku memasuki gerbang sekolah, sama seperti hari-hari sebelumnya. Hanya ada aku seorang sendiri. Datang pagi sudah menj...

Penikmat Sepi

    Aku mengeliat kecil tak tahan dengan hawa dingin yang menyelimuti kamarku. Dingin pagi ini sangat menusuk seolah akan membuat beku sarafku. Malas rasanya aku beranjak dari perbaringanku, apalagi melepas selimut yang sedang menutupi tubuhku. Aku yakin sekarang aku terlihat seperti kepompong. Berlahan sinar kuning mulai memasuki kamarku. Ia menyusup melalui setiap celah yang ada di kamarku. Aku tahu aku harus bangun sekarang. Takut-takut aku memasuki pintu kamar mandi, kucelupkan jari telunjuk kananku ke dalam bak mandi. Rasanya telunjuk malang itu seperti akan beku. Ingin rasanya saat ini aku mati rasa saat air mulai membasahi lapisan kulitku.             Langsung kukenakan baju seragam dan tak lupa kurekatkan ID Card di saku kiri baju itu. Kini aku mulai melangkah menuju sekolah. Saatku memasuki gerbang sekolah, sama seperti hari-hari sebelumnya. Hanya ada aku seorang sendiri. Datang pagi sudah menj...

Anzenia dan Gua Tam-Tin

"Kau tahu Zef, orang di luar sana terlalu berlebihan" "Maksudmu? Aku tak mengerti Al" kataku "Aku baru saja pergi ke luar dari Anzenia" "Apa?!" ucapku terkejut "Sungguh aku tidak berbohong Zef, tak sengaja aku menemukan celah di antara ke dua gua itu" jawab Alka sambil menunjuk ke gua Tam-tin yang berada di atas bukit Noa. "Bagaimana kau bisa menemukan celah diantara gua kembar itu Al? Tidakkah kau lihat gua itu tak bercelah sama sekali. Mereka saling menempel Al" aku berusaha meyakinkan sahabatku itu. Sungguh aku tak ingin ia menjadi gila karena obsesinya dengan sebuah negri di luar sana. "Itu bisa terjadi Zef, celah antara dua gua kembar Tam dan Tin bisa terbuka jika kau bisa menemukan perbedaan antara ke duanya" jawabnya mantap